Rabu, 01 Juli 2009

Perubahan Iklim Ancam Jutaan Spesies

Kadal Boyd, bakal kehilangan habitatnya (foto:Stephen E Williams)

Kadal Boyd, bakal kehilangan habitatnya (foto:Stephen E Williams)

Perubahan iklim akibat pemanasan global bisa menggiring jutaan spesies hewan dan tumbuhan di dunia menuju kepunahan pada tahun 2050, suatu kematian massal seperti saat dinosaurus musnah. Demikian diungkapkan dalam sebuah penelitian ilmiah yang dimuat di Journal Nature.

Berdasarkan studi yang dilakukan di enam wilayah dunia itu, dikatakan seperempat hewan dan tumbuhan yang hidup di daratan akan musnah, bila polusi dan efek rumah kaca akibat gas buangan (pabrik, mobil, dan lainnya) tidak segera ditanggulangi. Alasannya, gas-gas buangan telah membentuk semacam selimut di atmosfer yang menghalangi panas keluar dari Bumi, dan mengakibatkan perubahan iklim.

Dalam laporan berjudul "Resiko Kepunahan Karena Perubahan Iklim", para ilmuwan mendeskripsikan penelitian mereka terhadap enam wilayah yang kaya keanekaragaman hayati, yang mewakili 20 persen wilayah daratan di Bumi.

Terpaksa Pindah

Menggunakan model komputer, para peneliti mensimulasikan bagaimana sekitar 1.103 spesies

king protea kebanggaan Afrika Selatan (Image: Olivier Langrand/Conservation International)

king protea kebanggaan Afrika Selatan (Image: Olivier Langrand/Conservation International)

--termasuk berbagai tumbuhan, mamalia, reptil, burung, katak, kupu-kupu, dan bermacam hewan tidak bertulang belakang-- akan terpaksa berpindah karena perubahan suhu dan iklim.
Mereka ingin melihat bagaimana kemampuan hewan dan tumbuhan itu bertahan atau berpindah menghadapi perubahan iklim, baik pada tingkat minimum, sedang, atau maksimum. Adapun data perubahan suhu dan perkiraannya diperoleh dari Intergovernmental Panel on Climate Change.

Hasilnya menunjukkan sekitar 15 hingga 37 persen spesies di wilayah yang diteliti --Australia, Brazilia, Eropa, Meksiko, Afrika Selatan, dan Costa Rica-- akan punah karena perubahan iklim, dalam jangka waktu sekarang hingga tahun 2050.

Sejuta Spesies Terancam

burung crossbill Skotlandia, kemungkinan bertahan kecil (Mike Richards/rspb-images.com)

burung crossbill Skotlandia, kemungkinan bertahan kecil (Mike Richards/rspb-images.com)

Pimpinan peneliti, Profesor Chris Thomas, dari Universitas Leeds, Inggris, mengatakan, "Bila penyelidikan ini diproyeksikan secara global terhadap berbagai kelompok binatang dan tumbuhan di seluruh dunia, maka analisa kami menunjukkan adanya lebih dari sejuta spesies yang terancam punah."
Selain itu, spesies yang bertahan tidak akan lagi memiliki habitat yang nyaman, sementara sebagian lain harus bermigrasi cukup jauh untuk memperoleh tempat yang lebih mendukung hidupnya. "Padahal banyak spesies memiliki keterbatasan dalam kemampuan beradaptasi sehingga bila iklim terus berubah, mereka akan punah," kata Eka Melisa, Koordinator Program Perubahan Iklim dan Energi, WWF Indonesia.
Spesies-spesies yang terancam punah antara lain berbagai tumbuhan di Amazon, kupu-kupu Australia, elang Imperial Spanyol, burung hantu kerdil, burung layang-layang merah, mamalia-mamalia kecil seperti tikus rusa, kadal Boyd Australia, bunga kebanggaan Afrika Selatan, king protea, dan masih banyak lagi.

Manusia juga Terkena Dampaknya

Tanaman dari Brazil Virola sebifera (Image copyright Marinez Ferreira de Siqueira)

Tanaman dari Brazil Virola sebifera (Image copyright Marinez Ferreira de Siqueira)

Dalam skenario kenaikan temperatur minimum, yakni suhu naik antara 0,8 hingga 1,7 derajat Celcius dengan konsentrasi karbon dioksida sebesar 500 ppm, maka sebanyak 9 hingga 13 persen spesies akan punah dengan tingkat yang beragam. Sedangkan pada skenario menengah dimana suhu naik antara 1,8 hingga 2 derajat Celcius dan konsentrasi CO2 antara 500 hingga 550 ppm, maka 15 hingga 20 persen spesies bakal punah. Kemungkinan terburuk, yakni bila kenaikan suhu di atas 2 derajat Celcius dengan konsentrasi CO2 di atas 550 ppm, maka 21 hingga 32 persen spesies diperkirakan punah. Sementara itu, Dr Klaus Toepfer, pimpinan United Nations Environment Programme mengatakan, "Bila sejuta spesies punah, maka bukan hanya dunia hewan dan tumbuhan serta keindahan planet ini yang akan hilang. Milyaran orang, terutama di negara-negara berkembang, juga akan menderita karena banyak di antaranya yang mengandalkan alam untuk hidupnya." (BBC/Rtr/WWF/wsn)

2 komentar: